0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Dapatkan Potongan 100% Untuk Transaksi Pertama anda!!

Belajar Dari Pohon Kurma

Pohon Kurma yang kita kenal adalah tanaman yang tumbuh subur di tanah arab sana. Tanah yang penuh dengan gurun pasir, panas dan sulit untuk menemukan sumber air. Tapi pohon kurma banyak tumbuh di sana. Bahkan menjadi suatu ciri khas dan produk unggulan bagi bangsa arab. Jika musim haji, pastinya jamaah haji akan membawa oleh – oleh dan salah satu barang yang tidak pernah luput adalah buah kurma.

Jika membahas pohon kurma, tentu anda pasti akan timbul pertanyaan kenapa pohon kurma bisa tumbuh subur dan kuat di arab? Padahal disana tanahnya tandus bahkan kebanyakan penuh dengan gurun pasir. Hal yang menjadi alasan mengapa pohon kurma bisa tumbuh walaupun ditanam di gurun pasir sekalipun adalah bisa dilihat dari proses cara menanamnya.

Cara menanam pohon kurma di gurun tidak sama dengan cara menanam tanaman yang seperti biasanya di Indonesia. Berdasarkan dari beberapa sumber yang kami dapat menjelaskan bahwa, menanam biji kurma di tengah gurun pasir diliakukan dengan cara ditanam di dalam tanah sedalam 2 sampai 3 meter, kemudian ditimbun dengan bebatuan. Hal ini dilakukan agar menghambat pertumbuhan batang saat biji kurma mulai bertunas.

Dengan begitu, justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tersebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akar menjadi kuat maksimal, barulah tunas kurma tersebut tumbuh ke atas dengan perjuangan keras pula, yang bisa membuat batu tersebut menjadi terguling atau bahkan pecah. Di situlah pohon kurma tumbuh kuat setelah berjuang tidak pernah ada rasa takut karena sudah memiliki modal akar yang panjang dan dalam hingga menemukan sumber mata air dibawah gurun pasir.

“Hikmah yang bisa kita ambil adalah biji kurma yang ditutup batu akan mengalami tekanan dari atas, supaya tumbuh akar yang kuat di bawah tanah.”

Ini merupakan sebuah pelajaran prinsip kehidupan yang luar biasa. Kita harus sadar mengapa sang maha kuasa mengizinkan tekanan masalah datang kepada kita. Tekanan hidup itu bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita. Justru sebaliknya, dengan tekanan hidup membuat kita berakar yang lebih kuat dan keluar menjadi pemenang.

Pohon kurma dapat tumbuh kuat karena memiliki akar atau pondasi yang kokoh dan selalu yakin bahwa sumber air kehidupan pasti ada. Karena akarnya sudah kuat, maka saat tumbuh tinggi (dewasa) tidak akan mudah goyah dalam rayuan badai yang menerpanya. Justru, pohon kurma dapat memberikan suatu yang bermanfaat untuk semua dengan rasa manis buahnya yang ia hasilkan.

Begitu pula dengan kita, hal yang harus utamakan adalah akar atau pondasi kehidupan. Karena dengan pondasi yang kuat, kita akan selalu berdiri kokoh sampai akhir hayat nanti walaupun banyak masalah dan tekanan yang dihadapi. Pondasi yang dimaksud adalah ilmu, dan ilmu yang paling berharga adalah pengalaman.

Sering terdengar nasehat – nasehat bahwa ilmu itu harus dicari alias bukan dinanti. Maka teruslah berjuang menambah wawasan, karena ilmu itu tidak ada ujungnya. Semakin digali, ilmu itu akan semakin berkembang dan terus berkembang. Untuk itu (mengambil pesan di atas), tetap semangat dan jangan mudah goyah dalam kondisi apapun, karena tuhan bersama kita.

“Menurut Kabar, Bangsa Pelepah Kurma tersebut lagi gencar – gencarnya mengembangkan budidaya hidroponik lho… Apakah anda juga tertarik?
Salah satu UKM di Bayuangga ada yang memiliki produk Hidroponik loh!!
Kunjungi Selengkapnya dengan KLIK Gambar Berikut ini!…

Tulis Komentar