0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Dapatkan Potongan 100% Untuk Transaksi Pertama anda!!

7 Media Tanam Populer untuk Hidroponik

Akhir – akhir ini, sistem bercocok tanam dengan hidroponik semakin digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di perkotaan. Sistem yang mengandalkan air sebagai komponen utama ini bisa menjadi hiburan tersendiri di tengah penatnya pekerjaan. Dan terkadang ada pula yang sampai dijadikan rutinitas sehari – hari sebagai seorang petani hidroponik.

Ada rahasia utama sistem hidroponik ini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Rahasianya adalah kemudahan dalam merawatnya serta tidak membutuhkan tanah, sehingga cocok diterapkan di halaman rumah yang sempit sekalipun. Jika tanah yang biasanya menjadi media tanam utama, maka pada sistem hidroponik menggunakan media non tanah.

Berbicara tentang media non tanah, lalu apa saja media tanam yang popular dan mudah didapat? Mari kita simak dibawah ini.

  • Sekam Bakar

Sekam bakar merupakan media tanam yang mampu menyimpan air, nutrisi, dan oksigen dengan baik. Berasal dari sekam padi yang dibakar, media tanam ini memiliki bobot yang ringan sehingga tidak akan membebani akar tanaman. Sifat sekam padi yang sangat poros membuat akar tanaman juga bisa bertumbuh lebih bebas. Media tanam ini pun juga bebas hama dan bibit penyakit lainnya karena sudah melalui tahap sterilisasi yaitu pembakaran.

Sekam bakar mudah kita dapat, dan dapat digunakan untuk menanam sayur – sayuran. Namun sayangnya media tanam ini mudah lapuk, sehingga tidak dapat digunakan untuk yang kedua kalinya.

  • Rockwool

Hal yang membuatrockwoolmenjadi primadona media tanam hidroponik adalah kemampuannya untuk mengikat akar dan menyerap nutrisi yang diberikan dari air. Air dan udara bisa disimpan dengan komposisi yang baik pula.Rockwool juga bisa digunakan sejak masa penyemaian benih hingga proses pembesaran tanaman. Dengan begitu, anda tidak perlu memindahkan tanaman ke media tanam lain apabila sudah berukuran agak besar. Media tanam ini sangat ramah lingkungan dan mudah kita dapat. Jika anda suka atau hobi menanam sayur – sayuran, rockwool adalah solusinya.

Cek Produknya –>DISINI

  • Sabut Kelapa

Selainrockwool, sabut kelapa juga termasuk media tanam hidroponik populer. Sabut kelapa berdaya serap tinggi sehingga ia mampu menyimpan air yang banyak dengan tampungan yang kuat. Ia juga mengandung beberapa zat nutrisi yang dibutuhkan tanaman, seperti magnesium, fosfor, kalsium, kalium, dan natrium.

Kelemahan media tanam satu ini adalah ia kurang baik dalam mengalirkan air. Dengan begitu, air tidak tersebar dan ketersediaan oksigen pun tidak maksimal. Untuk mengatasinya, campurkan sabut kelapa dengan media tanam lain yang mumpuni dalam hal drainase (mengalirkan) air.

  • Kerikil

Batu kerikil juga bisa jadi alternatif media tanam hidroponik. Ia jago dalam membantu peredaran unsur hara dan udara yang sehingga pertumbuhan akar tidak terhambat. Hal ini dikarenakan kerikil punya pori-pori berukuran besar dengan jumlah yang banyak. Meskipun mudah basah, ia juga mudah kering sehingga kita harus sering-sering menyiramnya.

  • Spon

Tidak disangka,sponsjuga bisa jadi media tanam lho!… Seperti yang kita ketahui, media tanam ini punya kemampuan menyerap air yang sangat baik. Meski ringan,sponsakan berubah bobotnya menjadi lebih berat ketika diberi air sehingga bisa menjadi media tanam yang cocok untuk tanaman kita.

Media tanam ini memiliki struktur yang kurang kuat sehingga spons sangat mudah hancur. Spons sangat tidak disarankan sebagai media tanam bagi tanaman yang membutuhkan waktu tumbuh hingga panen yang panjang, karena spons tidak mampu bertahan lama dan mudah hancur.

  • Kompos

Hampir semua orang mengetahui kalau kompos termasuk salah satu media tanam terbaik untuk bercocok tanam. Di pasaran, kita bisa mendapatkan kompos dengan mudah. Kompos sendiri merupakan media tanam bersifat organik yang dihasilkan dari proses fermentasi beberapa jenis tanaman, seperti sekam, rumput, jerami, dan sebagainya.

Kompos yang bisa juga diproduksi dengan bahan baku yang berasal dari limbah rumah tangga dapat memainkan perannya sebagai media tanam dengan baik. Jika Anda mau menggunakan kompos sebagai media tanam hidroponik, maka pilih kompos yang sudah berwarna hitam kecokelatan dan tidak mengeluarkan bau.

  • Pupuk Kandang

Selain kompos yang diperoleh dari sampah rumah tangga, masih banyak macam-macam media tanam hidroponik yang bisa dijadikan alternatif, seperti pupuk kandang. Di dalam pupuk kandang terkandung unsur hara yang lengkap seperti fosfor, natrium, dan kalium. Keberadaan nutrisi yang baik untuk tanaman tersebut sangat cocok digunakan sebagai media tanam.

Selain kaya unsur-unsur yang terkandung di dalamnya, pada pupuk kandang juga terdapat mikroorganisme yang diyakini mampu mengubah komponen organik susah serap oleh akar tanaman menjadi komponen yang mudah dicerna oleh tanaman. Untuk memeperoleh pupuk kandang sebagai media tanam terbaik, kita harus menggunakan pupuk kandang yang sudah matang dan steril. Hal ini bisa diketahui dengan melihat warna pupuk yang berubah menjadi hitam pekat.

Media tanam merupakan komponen penting yang harus kita penuhi dan miliki sebelum bercocok tanam secara hidroponik. Dengan mengetahui macam-macam media tanam hidroponik tersebut maka kiata akan lebih mudah untuk menyesuaikan kebutuhan ketika hendak melaksanakan budidaya tumbuhan hidroponik.

Tulis Komentar