0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Dapatkan Potongan 100% Untuk Transaksi Pertama anda!!

Hijab dan Wanita

Sering kita dengar seorang wanita adalah kehormatan keluarganya. Jika ia merendahkan kehormatannya, maka sama saja ia menghancurkan harga diri keluarganya. Seorang wanita adalah tiangnya agama dan bangsa. Jika hancur wanitanya maka hancurlah agama dan bangsa ini.

Seorang wanita memang sengaja diciptakan berbeda dengan seorang laki – laki. Jika seorang laki – laki memiliki sifat yang lebih tegas dan gagah, wanita adalah kebalikannya. Mereka (kaum wanita) lebih cenderung dengan sifat lembut, malu, dan emosi yang rentan berubah. Dengan maksud, Islam telah menjaga wanita dengan memulyakannya untuk tetap di rumah, merawat suami dan anak – anaknya. Namun, bukan berarti seorang wanita terbatasi untuk berkarir dan berkiprah di masyarakat.

Kemudian, pernah ada yang mengatakan bahwa wanita itu ibarat bunga. Apa bila kasar dalam memperlakukannya, maka akan merusak keindahannya. Menodai kesempurnaannya akan menjadikan ia layu tak berseri. Oleh karena itu, kehormatan wanita adalah harta yang tidak pernah tergantikan. Seorang wanita harus bisa menjaga dirinya sendiri. Begitupun dengan seorang laki – laki juga harus bisa menjaga istri dan anak – anaknya (keluarganya).

Salah satu cara menjaga kehormatan wanita adalah dengan berhijab (dengan maksud menutup aurat secara sempurna). Coba kita lihat di sekeliling kita, tidak sedikit wanita remaja maupun dewasa yang enggan memakai hijab. Mereka lebih memilih tampil dengan rambut terhelai dan berbusana ketat dan lain – lain. Jika ada yang bertanya (menegurnya), alasannya “bukan anaknya ustadzah… bukan inilah… itulah…” dan banyak lagi alasannya. Padahal, berhijab (menutup aurat) itu bukan hanya untuk orang alim, keturunan kyai, dan santri saja. Namun, bagi setiap yang merasa dirinya Muslimah (seorang perempuan islam), maka kewajiban itu datang kepada dirinya tanpa terkecuali.

Hanya sharing saja, penulis pernah mendengar nasehat dari seorang ustadz, dia berkata “jika anda (seorang wanita) enggan memakai hijab (menutup aurat), cobalah ingat ayah atau suami anda. Karenamu mereka juga mendapatkan cipratan dosa, karena mereka tidak menegurmu”. Untuk itu, janganlah malu untuk berpenampilan sebagai seorang muslim yang sesungguhnya. Karena di luar sana, banyak orang – orang hebat dalam karirnya, namun tidak pernah lepas dari hijabnya.

Cek Barangnya –> DISINI

New!… Jilbab Lukis produk asli UMKM Probolinggo

Koleksi segera! dan dapatkan diskon hingga 500rb setiap kali anda belanja.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: