0 di keranjang

Tidak ada produk dalam keranjang.

Dapatkan Potongan 100% Untuk Transaksi Pertama anda!!

Belajar dari Tong Sampah

Tak sedikit dari kita beranggapan bahwa tong sampah adalah properti tingkat bawah dari barang – barang yang ada di rumah kita. Memang benar, fungsi tong sampah hanyalah tempat menampung sampah – sampah sementara sebelum dibawa ke tempat pengolahan sampah agar sampah tidak tercecer berantakan. Dilihat dari fungsinya, tong sampah memiliki tanggung jawab yang penting dalam kehidupan sehari – hari. Namun jika dilihat dari pandangan filsafat kita dapat belajar dari filosofinya yang bermanfaat bagi kehidupan kita. Diantaranya adalah:

  • Belajar bersabar dan menerima

Sikap sabar dan menerima ini yang pertama perlu kita contoh. Dia setiap hari menerima apa yang kita buang tanpa protes sedikitpun. Karena tong sampah memang memilki funsi untuk menampung semua yang kita punya. Sejatinya pula dia yang akan memnuat rumah kita menjadi bersih. Tentu kita tidak ada yang peduli bagaimana tong sampah itu mengeluh. Dia tetap berkomitmen bahwa membahagiakan orang lain itu lebih baik, meskipun dia belum tentu bahagia dengan apa yang mereka lakukan.

  • Mampu mengurai sampah yang di buang

Pernahkah kita berpikir dengan menjadi seseorang yang seperti tong sampah bisa menyelesaikan puluhan bahkan ratusan masalah dari puluhan bahkan ratusan orang? Dari satu orang ke beberapa orang yang berpeluh kesah kepada kita dan menceritakan semua permasalahnnya lalu kita mampu mengurai masalah tersebut dan memberikan solusi yang terbaik bukankah itu sebuah hal yang menakjubkan? Darimana sebuah tong sampah bisa mengurai itu semua? Tidak lain dan tidak bukan karena dia telah belajar bagaimana mengurai sampah satu demi satu perlahan demi perlahan dari sampah yang orang lain buang. Bukankah setiap permasalahan orang itu hampir serupa, tinggal bagaimana kita berperan saja didalamnya? Disitulah kita baru menyadari betapa hebatnya tong sampah.

  • Mampu menyembunyikan sampah – sampah dari khalayak ramai

Pelajaran yang ketiga atau yang terakhir ada kaitannya  dengan yang kedua. Sekotor apapun sampah yang diterima dari orang lain, dia tidak pernah memperlihatkan sampah orang itu. Dia sangat pandai menyembunyikan aib atau kejelekan orang kepada khalayak ramai kecuali pihak ketiga yang membukanya.

Itulah hal yang bisa kita ambil dari kehidupan sebagai tong sampah. Tapi, tentu kita semua tidak ingin menjadi tong sampah yang hanya akan didatangi jika ada perlu saja. Ini hanya sekedar analogi di kehidupan sehari-hari. Dalam konteks di kehidupan nyata, fenomena tong sampah ini sering terjadi. Jika kita mempunyai masalah, maka kita akan datang ke orang yang tepat dan menceritakan semua permasalahan kita, dan berharap masalah itu segera terurai atau selesai. Nyatanya, tidak semudah itu. Orang yang kita percayakan untuk memecahkan masalah kita pun butuh waktu untuk mengurai semua permasalahan yang ada. Dan setelah masalah itu terurai, masih ingatkah kita akan jasanya? Tentu tidak semua orang lupa, akan tetapi sebagian orang lupa untuk berterimakasih. Apa yang menjadi harapan orang yang menyelesaikan masalah kita? Dia hanya berharap, kita akan datang kembali kepada mereka dengan atau tanpa masalah. Membawa kita dalam suasana senang, suka, duka, tawa, haru, bahkan tangis sekalipun.

Oke, sahabat bayuangga.com demikian artikel pada session kali ini. Jangan lewatkan kembali artikel -artikel berikutnya!…

Jangan lupa kunjungi Produk – Produk kami yang terbaru. Masukkan KodeVoucher sekarep untuk mendapatkan potongan hingga 150rbsetiap anda belanja. Kode Voucer berlaku hingga 31 Juli 2019. Selamat Berbelanja!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: